Register Now

Minggu, 03 Desember 2017

Dasar-dasar analisa fundamental

Hal utama yang diperhatikan dalam  memilih  saham dengan fundamental baik 
  • Estimasi Pertumbuhan EPS yang tinggi. 
  • PER yang relatif rendah. 
  • Utang perusahaan yang wajar. 

Mencari petunjuk apakah suatu saham mahal atau murah 
Bandingkan PER emiten yang bersangkutan dengan : 
  • PER rata-rata emiten di BEI.
  • PER rata-rata di sektor sejenis.
  • PER emiten di luar negeri.
  • PER historikal dari emiten yang bersangkutan. 
Jika lebih rendah berarti “murah”, jika lebih tinggi berarti  “mahal”, dengan catatan tingkat prospek pertumbuhan dalam kisaran normal. 




PBV yang lebih rendah berarti valuasi saham relatif murah dengan catatan prospek pertumbuhan kinerja dalam kisaran normal. 
Rasio keuangan utama yang perlu dipelajari 

Prosedur analisa umum laporan keuangan terkini : 
1. Hitung pertumbuhan laba bersih, laba bruto, dan laba usaha. Semakin rinci semakin baik. 
2. Bandingkan pertumbuhan laba bersih dengan beberapa rujukan yang bisa diperoleh, misalnya: 
  • dengan pertumbuhan kinerja rata-rata emiten di BEI. 
  • dengan pertumbuhan kinerja perseroan pada periode sebelumnya. 
  • dengan pertumbuhan kinerja perusahaan sejenis dalam sektornya. 
3. Hitung marjin laba bruto, marjin laba usaha, dan marjin laba bersih.

4. Bandingkan pencapaian laba bersih dengan estimasi konsensus. 
5. Hitung valuasi PER pada harga terakhir. Bandingkan PER dengan rujukan standar (pasar BEI, sektor, historikal, dan atau emiten sejenis di luar negeri). 
6. Bandingkan dengan target harga konsensus. 


Definisi Analisa Fundamental: 
Analisa fundamental merupakan analisa dengan menggunakan datadata makro dan mikro yang berkaitan dengan emiten. Contoh data makro di antaranya adalah inflasi, pertumbuhan ekonomi, tingkat suku bunga dan lain-lain. Sedangkan contoh data mikro adalah data keuangan, pertumbuhan usaha, siklus bisnis dan lain sebagainya.  
Analisa fundamental dilakukan dengan menggunakan TOP DOWN analysis, dengan urutan sebagai berikut: 
I - Analisa ekonomi. II - Analisa industri. III - Analisa rinci keuangan perusahaan. 
Pendekatan Top Down
Melaksanakan Analisa Ekonomi
Dilakukan dengan melihat tren masa lalu indikator di bawah ini dan memperkirakan bagaimana tren indikator ini di masa datang.

1. PDB (Produk Domestik Bruto). Adalah jumlah agregat barang dan jasa yang telah diproduksi oleh ekonomi nasional dalam suatu periode. 
2. Inflasi. Peningkatan harga rata-rata barang dan jasa yang diproduksi oleh sistem ekonomi dalam periode tertentu. 
3.  Tingkat Bunga. Ukuran keuntungan investasi bagi pemodal atau ukuran biaya modal yang harus dikeluarkan oleh peminjam dalam periode tertentu. 
4.  Fluktuasi Nilai Tukar. Harga rupiah terhadap mata uang negara lain (lazimnya USD). 
Tren masa lalu dan perkiraan tren ke depan atas indikator di atas bisa memberikan indikasi industri / perusahaan  mana yang bisa memetik manfaat.
Melaksanakan Analisa Industri
Analisa untuk mengetahui keadaan kompetitif dari suatu sektor industri  dibandingkan dengan sektor industri lain serta mengidentifikasi perusahaan apa saja yang menjadi unggulan dalam sektor industri tersebut. 
Beberapa indikator penting dalam Analisa Industri: 
  • Penjualan. 
  • Laba.
  • Dividen.
  • Struktur Modal.
  • Regulasi.
  • Inovasi. 
Analisa industri dilaksanakan dengan cara menjumlahkan nilai indikator penting di sektor tertentu, kemudian memperhatikan tren yang terjadi, dan kemudian menganalisa kemungkinan tren ke depan. 

Contoh analisa industri sektor telekomunikasi 
Langkah 1: Interpretasi hasil angka suatu sektor industri, seperti pertumbuhan penjualan serta pergerakan profitabilitas. 
Langkah 2: Meneliti penyebab tren pada langkah 1. 
Langkah 3: Memperkirakan bagaimana tren ke depan berdasarkan tren yang sudah terjadi. 
Kesimpulan analisa ekonomi dan industri 
Setelah melakukan berbagai analisa makro, dapat disimpulkan bahwa beberapa industri mampu beroperasi cukup baik dalam kondisi resesi, sementara yang lain menghasilkan kinerja yang buruk. Sehingga sektor industri dapat digolongkan menjadi: 
  • Growth industry, yaitu industri yang memberikan performa lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri lainnya. 
  • Defensive industry, yaitu industri yang bertahan atau tidak banyak dipengaruhi oleh kondisi perekonomian. 
  • Cyclical industry, yaitu industri yang kinerjanya banyak dipengaruhi oleh perubahan kondisi perekonomian. 
Analisa perusahaan - Tahapan yang dapat dilakukan untuk melakukan analisa perusahaan adalah: 
  •  Mempelajari kinerja keuangan historis. 
  • Menentukan faktor yang mempengaruhi pendapatan. 
  • Memperkirakan kinerja keuangan di masa depan. 
Analisa keuangan perusahaan (rasio) -Analisa rasio merupakan salah satu alat untuk melaksanakan analisa keuangan perusahaan. Beberapa contoh perhitungan rasio adalah: 
  • Rasio likuiditias (Liquidity ratio) 
  • Rasio aktivitas (Activity ratio) 
  • Rasio rentabilitas (Profitability ratio) 
  • Rasio solvabilitas (Solvability ratio) 
  • Rasio pasar (Market ratio) 
Rasio likuiditas dan aktivitas 
Rasio rentabilitas 
Rasio solvabilitas 
Rasio pasar 

 
Free Education ~ Online Trading Terbaik ~ Fee Transaksi Termurah
KLIK DISINI UNTUK MENDAFTAR MIRAE ASSET SEKURITAS
ATAU SILAKAN HUBUNGI :

0 komentar:

Posting Komentar